<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-701575679649784934</id><updated>2011-04-21T18:19:36.446-07:00</updated><category term='pengetahuan'/><title type='text'>hidup alami</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://siwak.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/701575679649784934/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://siwak.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>abu shafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01414813437417055719</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://i17.tinypic.com/6blgity.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>1</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-701575679649784934.post-8634629603584798515</id><published>2007-08-30T01:53:00.000-07:00</published><updated>2007-08-30T01:55:07.583-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengetahuan'/><title type='text'>Mengenal Siwak</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0); font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Sejak zaman dahulu, manusia telah mengenal beberapa variasi teknik dalam membersihkan gigi. Mulai dari bulu ayam, duri landak, tulang hingga kayu dan ranting-ranting digunakan sebagai alat pembersih gigi. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Siwak &lt;/span&gt;atau &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Miswak &lt;/span&gt;(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Chewing Stick&lt;/span&gt;) telah digunakan oleh orang Babilonia semenjak 7000 tahun yang lalu, yang mana kemudian digunakan pula di zaman kerajaan Yunani dan Romawi, oleh orang-orang Yahudi, Mesir dan masyarakat kerajaan Islam. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Siwak &lt;/span&gt;memiliki nama-nama lain di setiap komunitas, seperti misalnya di Timur Tengah disebut dengan miswak, siwak atau arak, di Tanzania disebut miswak, dan di Pakistan dan India disebut dengan datan atau miswak. Penggunaan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;chewing stick&lt;/span&gt; (kayu kunyah) berasal dari tanaman yang berbeda beda pada setiap negeri. Di Timur Tengah, sumber utama yang sering &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;digunakan adalah pohon Arak (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Salvadora persica&lt;/span&gt;), di Afrika Barat yang digunakan adalah pohon limun (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Citrus aurantifolia&lt;/span&gt;) dan pohon jeruk (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Citrus sinesis&lt;/span&gt;). Akar tanaman Senna (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cassiva vinea&lt;/span&gt;) digunakan oleh orang Amerika berkulit hitam, Laburnum Afrika (C&lt;span style="font-style: italic;"&gt;assia sieberianba&lt;/span&gt;) digunakan di Sierre Leone serta Neem (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Azadirachta indica&lt;/span&gt;) digunakan secara meluas di benua India.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Masyarakat arab sebelum kedatangan islam, menggunakan akar dan ranting kayu dari &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pohon arak&lt;/span&gt; (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Salvadora persica&lt;/span&gt;) yang hanya dapat tumbuh di daerah asia tengah dan afrika, yang belakangan diketahui sebagai alat pembersih gigi terbaik hingga saat ini. Setelah kedatangan islam, RasuluLlah menetapkan penggunaan siwak (chewing stick) sebagai sunnah beliau yang sangat dianjurkan. Hal ini menunjukkan bahwa RasuluLlah adalah orang pertama yang mendidik manusia dalam memelihara kesehatan gigi. Rasulullah memandang kesehatan dan kebersihan mulut adalah penting, sehingga beliau senantiasa menganjurkan pada isterinya untuk selalu menyiapkan siwak untuknya hingga &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;akhir hayatnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Siwak terus digunakan hampir di seluruh bagian Timur Tengah, Pakistan, Nepal, India, Afrika dan Malaysia, khususnya di daerah pedalaman. Sebagian besar mereka menggunakannya karena faktor religi, budaya dan sosial. Ummat Islam di Timur Tengah dan sekitarnya menggunakan siwak minimal 5 kali sehari disamping juga mereka menggunakan sikat gigi biasa. Penelitian yang dilakukan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;oleh Erwin dan Lewis (1989) menyatakan bahwa pengguna siwak memiliki relativitas yang rendah dijangkiti kerusakan dan penyakit gigi meskipun mereka mengkonsumsi bahan makanan yang kaya akan karbohidrat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 0); font-weight: bold;"&gt;Morfologi dan Habitat Tanaman Siwak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Siwak atau miswak berbentuk batang, diambil dari akar dan ranting segar tanaman arak (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Salvadora persica&lt;/span&gt;) yang kebanyakan tumbuh di daerah Timur Tengah, Asia dan Afrika dan berdiameter mulai dari 0,1 cm sampai 5 cm. Pohon Arak adalah pohon yang kecil, seperti belukar dengan batang yang bercabang-cabang, diameternya lebih dari 1 kaki, jika kulitnya dikelupas warnanya agak keputihan dan memiliki banyak juntaian serat. Akarnya berwarna coklat dan bagian dalamnya berwarna putih, aromanya seperti seledri dan rasanya agak sedikit pedas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Siwak berfungsi mengikis dan membersihkan bagian dalam mulut. Kata siwak diambil dari kata arab '&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;yudlik&lt;/span&gt;' yang artinya adalah '&lt;span style="font-style: italic;"&gt;memijat&lt;/span&gt;' (yakni memijat bagian dalam mulut). Jadi siwak lebih dari hanya sekedar sikat gigi biasa. Selain itu, batang siwak memiliki serat batang &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;yang elastis dan tidak merusak gigi walau dibawah tekanan yang keras, bahkan batang siwak yang berdiameter kecil, memiliki kemampuan fleksibilitas yang tinggi untuk menekuk ke daerah mulut secara pas untuk mengeluarkan sisa-sisa makanan dari sela-sela gigi dan menghilangkan plaque. Siwak juga aman dan sehat bagi perkembangan gusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i10.tinypic.com/52moswg.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px;" src="http://i10.tinypic.com/52moswg.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 78%;"&gt;Pohon Salvadora persica&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klasifikasi tanaman Salvadora persica menurut Tjitrosoepomo (1998) adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Divisio : Embryophyta&lt;br /&gt;Sub Divisio : Spermatophyta&lt;br /&gt;Class : Dicotyledons&lt;br /&gt;Sub Class : Eudicotiledons&lt;br /&gt;Ordo : Brassicales&lt;br /&gt;Family : Salvadoraceae&lt;br /&gt;Genus : Salvadora&lt;br /&gt;Spesies : Salvadora persica&lt;br /&gt;Gambar 2.1. Pohon Salvadora persica&lt;br /&gt;(Sumber : Alsirhan, 2002)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://tinypic.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i9.tinypic.com/4yzpci0.jpg" alt="Image and video hosting by TinyPic" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 78%;"&gt;kayu siwak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 51, 0);"&gt;Kandungan Kimia Batang Kayu Siwak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian oleh Al-Lafi dan Ababneh (1995) terhadap kayu siwak menunjukkan bahwa siwak mengandung mineral-mineral alami yang dapat membunuh bakteri, menghilangkan plaque, mencegah gigi berlubang serta memelihara gusi. Siwak memiliki kandungan kimiawi yang bermanfaat, seperti :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Antibacterial acids, seperti astringents, abrasive dan detergents yang berfungsi untuk membunuh bakteri, mencegah infeksi dan menghentikan pendarahan pada gusi. Pada penggunaan siwak pertama kali, mungkin terasa pedas dan sedikit membakar, karena terdapat&lt;br /&gt;kandungan serupa mustard di dalamnya yang merupakan substansi antibacterial acids tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kandungan kimia seperti Klorida, Pottasium, Sodium Bicarbonate, Fluoride, Silika, Sulfur, Vitamin C, Trimethyl amine, Salvadorine, Tannins dan beberapa mineral lainnya yang berfungsi untuk membersihkan gigi, memutihkan dan menyehatkan gigi dan gusi. Bahan-bahan ini sering diekstrak sebagai bahan penyusun pasta gigi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Minyak aroma alami yang memiliki rasa dan bau yang segar, menjadikan mulut menjadi harum dan menghilangkan bau tak sedap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Enzim yang mencegah pembentukan plaque yang menyebabkan radang gusi. Plaque juga merupakan penyebab utama tanggalnya gigi secara premature.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Anti decay agent (Zat anti pembusukan), yang menurunkan jumlah bakteri di mulut dan mencegah proses pembusukan. Selain itu siwak juga turut merangsang produksi saliva (air liur) lebih, dimana saliva merupakan organik mulut yang melindungi dan membersihkan mulut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut laporan Lewis (1982), penelitian kimiawi terhadap tanaman ini telah dilakukan semenjak abad ke-19, dan ditemukan sejumlah besar klorida, fluor, trimetilamin dan resin. Kemudian dari hasil penelitian Farooqi dan Srivastava (1990) ditemukan silika, sulfur dan vitamin C. Kandungan kimia tersebut sangat bermanfaat bagi kesehatan gigi dan mulut dimana trimetilamin dan vitamin C membantu penyembuhan dan perbaikan jaringan gusi. Klorida bermanfaat untuk menghilangkan noda pada gigi, sedangkan silika dapat bereaksi sebagai penggosok. Kemudian keberadaan sulfur dikenal dengan rasa hangat dan baunya yang khas, adapun fluorida berguna bagi kesehatan gigi sebagai pencegah terjadinya karies dengan memperkuat lapisan email dan mengurangi larutnya terhadap asam yang dihasilkan oleh bakteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah penelitian terbaru tentang 'Periodontal Treatment' (Perawatan gigi secara periodik/berkala) dengan mengambil sample terhadap 480 orang dewasa berusia 35-65 tahun di kota Makkah dan Jeddah oleh para ilmuwan dari King Abdul Aziz University, Jeddah, menunjukkan bahwa Periodontal treatement untuk masyarakat Makkah dan Jeddah adalah lebih rendah daripada studi yang dilakukan terhadap negara-negara lain, hal ini mengindikasikan bahwa penggunaan siwak berhubungan sangat erat terhadap rendahnya kebutuhan masyarakat Makkah dan Jeddah terhadap 'Periodontal Treatment'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian lain dengan menjadikan bubuk siwak sebagai bahan tambahan pada pasta gigi dibandingkan dengan penggunaan pasta gigi tanpa campuran bubuk siwak menunjukkan bahwa prosentase hasil terbaik bagi kebersihan gigi secara sempurna adalah pasta gigi dengan butiran-butiran bubuk siwak, karena butiran-butioran tersebut mampu menjangkau sela-sela gigi secara sempurna dan mengeluarkan sisa-sisa makanan yang masih bersarang pada sela-sela gigi. Sehingga banyak perusahaan-perusahaan di dunia menyertakan bubuk siwak ke dalam produk pasta gigi mereka. WHO pun turut menjadikan siwak termasuk komoditas kesehatan yang perlu dipelihara dan dibudidayakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu'lam&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0); font-size: 130%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/701575679649784934-8634629603584798515?l=siwak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://siwak.blogspot.com/feeds/8634629603584798515/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=701575679649784934&amp;postID=8634629603584798515' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/701575679649784934/posts/default/8634629603584798515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/701575679649784934/posts/default/8634629603584798515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://siwak.blogspot.com/2007/08/mengenal-siwak.html' title='Mengenal Siwak'/><author><name>abu shafa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01414813437417055719</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='25' src='http://i17.tinypic.com/6blgity.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i10.tinypic.com/52moswg_th.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
